Matakuliah : MK. Komunikasi Massa (KPM214)
Hari : Rabu
Pukul : 15.00 – 17.00
Ruang : RK. IPB W44.02
Asisten : Opang Sunandang

No NIM Nilai Newsletter Nilai Praktikum UAS

01 A24080084 88 83,1
02 C14090047 90 78,5
03 E24080056 88 82,8
04 F14080010 92 83,3
05 G34080039 88 83,2
06 G34080078 88 82,9
07 G64080026 92 83,2
08 G64100019 92 84,1
09 G64100020 92 83,2
10 G64100085 92 83,2
11 G64100116 92 83,2
12 G84070013 88 77,9
13 H34100093 90 78,7
14 H44090028 90 80,1
15 H44090091 90 81,3
16 H44090108 90 81,3
17 I14080004 88 77,4
18 I14080031 88 77,2
19 I14080049 88 83,4
20 I14080054 88 77,2
21 I14080068 88 82,9
22 I14080099 88 83,5
23 I14080110 88 77,2
24 I14080129 88 77,2
25 I24100016 90 83,3
26 I24100027 90 83,3
27 I24100049 90 83,3
28 I24100068 90 83,3

    Catatan:
    1.Nilai kelompok Newsletter ada yang mencapai 95 dan 96, namun kelompok tersebut tidak menyertai CD, jadi nilainya saya kurangi.
    2.Tabel diatas tersebut nilai praktikum UAS, belum digabung dengan nilai praktikum UTS
    3.Setelah saya periksa jawaban ujian UAS yang pilihan ganda, hanya ada 3 orang yang bernilai >= 30 yaitu 34 (Gian Nubekti), 31 (Rizqiyah Yasmin) dan 30 (Binti Nurazizah) dari 50 soal pilihan ganda. Paling kecil 16 dan 17. Selain itu nilainya rata semua antara 20-25. Essay di periksa sama Pak Hadiyanto dengan bobot tertinggi 50. Jadi teman-teman bisa memprediksikan sendiri.

    Terimakasih atas kerjasamanya, semoga bisa berjumpa di lain kesempatan.

    _Opang_

Seperti yang telah kita ketahui, cabang olahraga bulutangkis selalu menyumbangkan emas setiap Olimpiade yang diselenggarakan empat tahun sekali. Pada Olimpiade pertama yang dilaksanakan di Barcelona 1992, Indonesia mendapatkan dua emas di cabang badminton yang disumbangkan oleh Susi Susanti di sektor tunggal putri dan Alan Budikusuma di sektor tunggal putra. Pada Olimpiade yang dilaksanakan pada tahun 1996 di Atlanta, Indonesia kembali mempertahankan medali emas dengan mengantongi satu medali emas yang disumbangkan oleh pasangan ganda putra Rexy Mainaky dan Ricky Subagja. Tahun 2000 di Sydney, Indonesia mendapatkan satu medali emas yang diraih oleh pasangan ganda putra Tony Gunawan dan Candra Wijaya. Tahun 2004 Athena, Indonesia mendapatkan satu emas kembali yang disumbangkan oleh Taufik Hidayat di sektor tunggal putra dan Tahun 2008 di Beijing juga mendapatkan satu medali emas yang diraih oleh pasangan ganda putra Markis Kido dan Hendra Setiawan.

Dari perjalanan Olimpiade tersebut, maka dapat dikatakan bahwa Indonesia memiliki sejarah yang cukup baik di bidang olahraga badminton dan selalu mendapatkan medali emas setiap musimnya. Oleh karena itu, bukan hal yang berlebihan jika masyarakat Indonesia mengaharapkan atlet Indonesia untuk menjaga tradisi emas pada olimpiade 2012 mendatang yang di selenggarakan di London pada Bulan Juli-Agustus.

Kesempatan untuk meraih kembali medali emas di Olimpiade 2012 mendatang terbuka lebar untuk para atlet badminton Indonesia. Akan tetapi, melihat kondisi yang ada sekarang, sepertinya cukup sulit untuk mempertahankan medali emas. Persaingan di cabang olahraga badminton kini sudah semakin ketat, pesaing terberat Indonesia sekarang ini tidak hanya China saja tapi masih banyak negara yang lain yang kian berkembang di cabang olahraga badminton seperti Korea, Denmark, Malaysia. Selain itu beberapa negara yang kini sudah sangat berkembang seperti Jepang, Thailand, Singapura, India, Taipei, Hongkong.

Disamping berkembangnya negara-negara di cabang olahraga badminton, Indonesia mengalami keterpurukan di cabang ini, hal ini dapat dilihat sepanjang tahun 2011 hanya mampu mengantongi kurang dari 4 gelar pada event bertitel super series/super series premier. selain itu, atlet Indonesia pun seringkali mengalami kekalahan jika berhadapan dengan China yang sekarang telah mendominasi di setiap event kejuaraan.

Harapan Indonesia untuk mendapatakan emas pada Olimpiade London 2012 bertumpu pada pasangan ganda campuran Ahmad Tontowi dan Liliyana Natsir yang kemarin mendapatkan emas di kerjuaraan dunia tertua All England Super series Premier dan Swiss Open GPG. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk atlet lainnya membuat kejutan, seperti yang dilakukan oleh atlet Indonesia Maria Kristin Yulianti pada Olimpiade  Beijing 2008 yang tidak diproyeksikan mendapatkan medali, ternyata mendapatkan medali perunggu dengan menyingkirkan pemain-pemain unggulan seperti Tine Rassmusen (unggulan 6) dan Lu Lan (unggulan 3), sedangkan Maria Kristin Yulianti tidak diunggulkan.

 

Read the rest of this entry »

 

Read the rest of this entry »

Disusun Oleh : Opang Sunandang (I34080089)

 

RINGKASAN

Radio merupakan media siaran yang paling awal digunakan sebagai penyebar informasi yang dapat mencapai pendengar dalam jumlah besar dengan lebih cepat. Terdapat fungsi radio yang tidak bisa digantikan oleh televisi, sehingga masih digemari oleh masyarakat. Masyarakat dapat mendengarkan sambil mengemudi dan lainnya, berbeda dengan televisi yang harus rnenggunakan mata dan telinga. Radio memiliki fungsi yang sama dengan televisi yakni suatu alat untuk menyampaikan berbagai hal kepada masyarakat. Dengan munculnya telepon selular, peran radio semakin nyata, dimana masyarakat dapat berinteraksi langsung dengan penyiar radio. Kekerabatan dan interaksi sosial dahulu dibangun lewat masyarakat, sekarang sudah melalui udara. Para pengendara secara sukarela melaporkan kejadian seperti kemacetan yang merupakan berita penting bagi sebagian besar pengemudi lain. Di zaman Modern, daerah pedesaan terbagi menjadi tiga macam kelompok yang telah dikembangkan untuk mengorganisasi pendengar-pendengar radio, yaitu:kelompok untuk membuat keputusan, kelompok belajar, dan kelompok diskusi.

Dengan perkembangan zaman sampai Modern, radio di Indonesia sekarang sudah mempunyai banyak fungsi diantaranya sebagai propaganda, media komunikasi, media pendidikan dan perkembangan kebudayaan, penyalur pendapat mayarakat, media hiburan, dari fungsi tersebut yang banyak digunakan yaitu sebagai media pendidikan dan media hiburan.Sekarang televisi sudah menjadi medium untuk menyampaikan berbagai hal kepada masyarakat seperti sosial, politik, dan lainnya. Televisi di Indonesia telah menciptakan budaya hiburan malalui layar kaca misalnya musik, sehingga masyarakat tertarik dengan adanya siaran televisi.

Dengan munculnya media siaran televisi, masyarakat menjadi lebih tertarik, apalagi sekarang banyaknya acara program televisi. Selain dari pada itu, radio juga memiliki karakteristik yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia, apalagi dengan munculnya telepon selular yang membuat masyarakat dapat berinteraksi langsung dengan penyiar radio, dan itu membuat peranan radio menjadi semakin kuat di zaman Modern.

ABSTRACT

In a row with development period to direction Modern, it all following develop including electronic tools which to use. With to appear television broadcast media in Modern period, it can influence Indonesian society in total that wide, because the programs jurisdiction much, variation and interest. So again case with radio broadcast media in Modern period, which can influence Indonesian society that large, because with it much function to radio particularly as entertainment media and education media, more over with it turn up celuller telephone which to make community can direct interaction with all announcer. Secondly it broadcast media (radio and television) own to play and importanat part and bigger in Indonesian, superior role television and now community already can see to programmes television in overseas. Nevertheless, with part television that the more powerfull, it cannot influence role radio in period Modern.

ABSTRAK

Seiring dengan perkembangan zaman ke arah Modern, semuanya mengikuti perkembangan tersebut termasuk alat-alat elektronik yang digunakan. Dengan munculnya media siaran televisi di zaman Modern, dapat mempengaruhi masyarakat Indonesia dalam jumlah yang luas, karena program-program acara yang lebih banyak, bervariasi dan menarik. Begitu pula halnya dengan media siaran radio di zaman Modern yang dapat mempengaruhi masyarakat Indonesia dalam jumlah yang luas dengan banyaknya fungsi, terutama sebagai hiburan dan pendidikan, apalagi dengan munculnya telepon selular yang membuat masyarakat dapat berinteraksi langsung dengan para penyiar radio. Kedua media siaran tersebut (radio dan televisi) mempunyai peranan yang sangat penting dan terbesar di Indonesia, terutama peranan televisi yang sekarang masyarakat Indonesia sudah dapat melihat acara-acara luar negeri. Akan tetapi dengan peranan televisi yang semakin kuat, tidak dapat mempengaruhi peranan radio di zaman Modern.

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.    Latar Belakang

Media berasal dari bahasa latin “Medius” yang secara harfiah berarti tengah, perantara atau pengantar. Media terdiri dari berbagai jenis, yakni media elektronik dan media cetak,  yang termasuk media elektronik diantaranya media siaran radio dan televisi. Media radio identik dengan pendengaran, informasi atau pesan yang disampaikan dituangkan kedalam lambang suara. Karena penyampaian informasinya melalui radio, sehingga media ini memiliki pengaruh yang kuat terhadap perasaan pendengarannya. Disini pendengaran seolah-olah ikut terlibat dalam dialog atau program yang sudah dikemas untuk menyampaikan materi atau informasi. Radio merupakan media yang dinamis dan dapat mengikuti perkembangan zaman. Hal ini selaras dengan fungsi radio sebagai media hiburan dan informasi, informasi sewaktu-waktu selalu berubah setiap hari bahkan bisa berubah hanya dalam hitungan detik.

Pentingnya peran radio, mengingatkan pada kondisi di tahun 1920-an, ketika tiap malam jutaan keluarga diseluruh belahan dunia yang mempunyai radio, berpusat disekitar pesawat itu untuk mendengarkan berbagai hiburan radio. Tak hanya sebagai penyedia hiburan, sesungguhnya radio mempunyai peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, menyelamatkan korban dalam kecelakaan. Di Indonesia pun memiliki peran penting dalam sejarah Kemerdekaan.

Inovasi radio pada zaman Kemerdekaan dianggap paling penting dan paling cepat berkembang di dalam masyarakat, karena pada saat itu hanya radio yang dapat dijadikan sebagai komunikasi yang dapat menyebarkan informasi ke khalayak dalam jarak yang cukup jauh. Akan tetapi, dari generasi ke generasi sejalan dengan perubahan zaman hingga sampai pada zaman Modern, keberadaan siaran radio sepertinya tidak lagi banyak digunakan masyarakat seperti halnya pada zaman sebelumnya. Hal ini disebabkan dengan adanya inovasi-inovasi baru, salah satu yang menjadi media saingannya yaitu siaran televisi.

1.2.    Perumusan Masalah

Berdasarakan pemikiran diatas, kajian ini berupaya untuk mempelajari permasalahan yang muncul dari peranan media siaran radio di zaman modern dengan munculnya pesaing-pesaing baru seperti televisi.  Secara khusus hal-hal yang akan dikaji :

1)    Bagaimanakah peranan media siaran radio di zaman Modern ?

2)    Bagaimanakah peranan media siaran lainnya (Televisi) di zaman Modern ?

3)    Seberapa besarkah media siaran televisi dapat mempengaruhi keberadaan media siaran radio di zaman modern ? dan apakah media siaran radio semakin rendah dalam hal yang digunakan oleh masyarakat dengan munculnya media siaran televisi ?

1.3.    Tujuan dan Manfaat

Tujuan

Berdasarkan perumusan masalah tersebut, kajian ini berupaya untuk menjelaskan beberapa permasalah yang muncul dari peranan media siaran radio di zaman modern. Hal-hal yang akan dikaji  :

1)    Mengetahui peranan media siaran radio di zaman Modern.

2)    Mengetahui peranan media siaran lainnya (Televisi) di zaman Modern.

3)    Mengetahui besarnya pengaruh media siaran televisi pada siaran radio di zaman Modern. Manfaat

Melalui kajian ini, terdapat juga beberapa hal yang ingin disumbangkan kepada berbagai pihak, yaitu :

1)   Dapat menjadi referensi bagi kajian yang akan melakukan pengamatan sejenis.

2)    Memberikan informasi dan pemahaman kepada pihak-pihak yang berkepentingan dan terlibat dalam peranan media siaran radio pada perubahan zaman.

3)    Menambah khasanah pengetahuan tentang kajian media siaran radio di zaman Modern.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Peranan  Media Siaran Radio di Zaman Modern      

Sebagaimana diketahui, radio merupakan media siaran yang paling awal digunakan sebagai media penyebar informasi. Radio dapat mencapai pendengar dalam jumlah besar dengan lebih cepat dan lebih murah dibandingkan sarana komuniksai lainnya (televisi). Peran radio tidak bisa digantikan atau hilang dengan kehadiran televisi. Peran radio semakin penting pada masyarakat Modern Indonesia terutama bagi masyarakat yang tinggal di kota-kota besar. Ada fungsi radio yang tidak bisa digantikan oleh televisi, sehingga radio masih digemari oleh masyarakat. Masyarakat dapat mendengarkan radio sambil bekerja, mengemudi, dan melakukan kegiatan lainnya. Berbeda dengan televisi, masyarakat harus menggunakan mata dan telinga untuk bisa menikmati televisi, sesuatu hal yang sulit dilakukan jika seseorang sedang bekerja atau mengemudi (Ujang,2002:186).

Radio memiliki fungsi yang sama dengan televisi. Ia merupakan medium untuk menyampaikan berbagai hal kepada masyarakat termasuk medium untuk beriklan. Sejak penggunaan telepon selular semakin banyak, radio telah menciptakan budaya populer yang baru dan belum pernah ada pada era Tahun 1980-an, yaitu budaya interaktif antara pendengar radio dan penyiar radio, atau reporter radio dan penyiar radio. Radio bisa menyiarkan langsung kejadian-kejadian penting di masyarakat melalui telepon selular, pendengar tidak perlu menunggu jam berita untuk bisa mendengarkan berita yang paling baru. Acara interaktif pun telah memiliki fungsi sosial yang sangat penting.

Kekerabatan dan interaksi sosial dahulu dibangun lewat masyarakat yang tinggal saling berdekatan. Sekarang interaksi sosial tersebut dibangun melalui udara. Para pengendara dengan sukarela menelpon stasiun radio favoritnya untuk memberitahu berbagai hal:kemacetan, kecelakaan, tindakan Kriminal, demonstrasi, bahkan masalah pribadi yang dialaminya. Laporan para pengendara yang secara sukarela telah mnejadi reporter tersebut  merupakan berita yang sangat penting bagi sebagian besar pengemudi lain. Mereka dapat menghindari jalan-jalan yang sedang macet, memberitahu petugas untuk meminta pertolongan, menghindari tindakan kriminal. Mereka bisa saling melakukan transaksi barang dan jasa yang dibutuhkannya. Iklan pun telah mewarnai hampir semua program radio pada semua stasiun radio. Di daerah pedesaan sekarang, telah terbagi tiga macam kelompok yang telah dikembangkan untuk mengorganisasikan pendengar-pendengar radio, yaitu : (1) Kelompok untuk membuat keputusan, (2) Kelompok belajar, (3) Kelompok diskusi. Dari ketiga kelompok tersebut mempunyai presentasi tersendiri berdasarkan minat masyarakat pedesaan.

Tabel 1.1. Presentasi minat masyarakat pedesaan terhadap kelompok

Kelompok

Persentase (%)

Kelompok pembuat keputusan

40%

Kelompok belajar

50%

Kelompok diskusi

30%

Jumlah

100%

Sumber : Mata Kuliah Ilmu Penyuluhan

 

Dari tabel 1, dijelaskan bahwa masyarakat pedesaan lebih menaruh minat pada kelompok belajar, karena dalam kenyataannya masyarakat pedesaan selalu ingin mendapatkan pelajaran-pelajaran tertentu dari radio. Siaran radio membantu kesadaran para masyarakat pedesaan untuk mengetahui informasi.1 Sedangkan untuk presentasi yang terendah barasal dari kelompok diskusi, hal ini berkaitan dengan anggota masyarakat yang malas untuk bertukar pikiran. Sedangkan untuk pertengahan yaitu kelompok pambuat keputusan. Akan tetapi tujuan dibentuknya kelompok-kelompk tersebut yaitu untuk menumbuhkan aksi sosial.

Dengan perkembangan zaman sampai pada zaman Modern, radio di Indonesia sekarang sudah mempunyai banyak fungsi, diantaranya :

1.  Sebagai propaganda

2.  Sebagai media komunikasi

3.  Sebagai media pendidikan dan pengembangan kebudayaan

4.  Sebagai penyalur pendapat masyarakat

5.  Sebagi media hiburan Dari fungsi tersebut, yang banyak digunakan di dalam masyarakat Indonesia sekarang  yakni sebagai media pendidikan dan sebagai media hiburan.

•    Radio sebagai media pendidikan 

Di era sekarang banyak orang berbicara tentang multimedia, banyak pendidik yang berbodong-bondong menerapkan media tersebut dalam proses belajar mengajar di kelas. Radio melalui siarannya dapat menyampaikan pengajaran secara efektif, dapat menambah pengalaman pengetahuan serta dapat menimbulkan motivasi belajar siswa. Bentuk siarannya dapat berupa ceramah, cerita, wawancara, sandiwara, dan sebagainya. Melalui radio, seseorang dapat menangkap dan mengerti berbagai suara manusia serta bunyi lain yang ada hubungannya dengan masalah pembelajaran. Terkadang di kelas terjadi keributan yang ditimbulkan oleh suara kendaraan di jalan atau ceramah guru yang semakin jenuh, tetapi dengan materi yang dikemas sedemikian rupa menjadi program audio dapat mengatasi kejenuhan siswa dalam mendengarkan dan memperhatikan materi yang disampaikan, karena dalam menyusun atau mengemas materi pembelajaran ke dalam bentuk audio terlebih dahulu perancang pembelajaran telah mengadakan identifikasi dan mengamati karakteristik siswa, sehingga pada penerapannya menjadikan siswa mudah dan asyik dalam proses belajar mengajar.

Selain dari itu juga, radio merupakan salah satu sumber bahan ajar yang ekonomis, menyenangkan dan mudah disiapkan. Dapat berfungsi sebagai media pembelajaran untuk belajar mandiri. Dengan kemasan materi yang menarik akan merangsang daya imajinasi anak, sehingga mereka akan terlihat aktif dan merangsang kreatifitas anak.

•    Radio sebagai media hiburan

Semakin berubahnya zaman, penggunaan radio sekarang banyak digunakan sebagai media hiburan. Hal ini sejalan dengan perkembangan musik di Indonesia, dimana sekarang  musik telah menjadi ciri dari kehidupan sejak lama, dan semakin nyata kehadirannya pada masyarakat modern. Musik sangat terkait dengan media yang salah satunya radio. Menurut Raden Ahnaf Faqih, program siaran radio dominan dengan hiburan, karena seringkali radio dijadikan alat yang dapat digunakan untuk menedengar pada saat istirahat, sehingga program radio menjadi berubah.

2.2. Peranan Media Siaran Lainnya (Televisi)  di Zaman Modern

Televisi telah menjadi medium yang banyak menciptakan budaya populer. Televisi adalah medium yang banyak digunakan masyarakat, karena jangkauannya yang luas dan kemampuan audio dan visualnya dalam menyampaikan iklan. Sekarang televisi telah menjadi medium untuk meyampaikan banyak hal kepada masyarakat seperti sosial, politik, hiburan, olah raga, beragam berita, dan iklan komersial.  Televisi di Indonesia telah menciptakan budaya hiburan melalui layar kaca. seperti telenovela, sinetron, kuis, musik, film, ruang konsultasi keluarga dan kesehatan, mimbar agama dan kerohanian, acara-acara berita dan debat, dan yang lainnya. hal-hal tersebut yang dapat menarik perhatian masyarakat, sehingga masyarakat lebih tertarik dengan adanya media siaran televisi, karena dianggap media yang komplit yakni dengan audio dan visualnya. pesan-pesan visual yang disampaikan televisi dapat berupa gambar diam ataupun gambar hidup. Pada  terakhir ini, bila disajikan secara kreatif dalam tata warna yang tepat dan diiringi oleh pesan pendengaran yang sesuai. Oleh karena itu, televisi berhasil memikat lebih banyak khalayak daripada media lainnya.

Televisi memiliki beberapa kesamaan dengan radio dalam hal dapat : (1) mencapai khalayak dalam jumlah besar yang dapat mengambil manfaat sekalipun mereka tidak bisa membaca, (2) dipakai untuk mengajarkan banyak subjek dengan baik, dan (3) bersifat  otokratif dan bersahabat.

Selama Orde Baru, kehadiran televisi di Indonesia juga memiliki kontribusi bagi pengembangan kelompen (kelompok pendengar) menjadi kelompencapir (kelompok pendengar, pembaca, dan pemirsa televisi). Namun demikian, peranannya juga menrurun semenjak meningkatnya media televisi serta dominannya persepsi pemirsa dalam memandang televisi sebagai sumber hiburan. Media televisi dapat merubah perilaku khalayak atau dengan kata lain menjalankan peranan pendidikan. Televisi telah digunakan secara efektif untuk mengajarkan hampir segala macam subjek, baik yang teoritis maupun praktis, seperti Matematika, IPA, Bahasa,  Pertanian, Mengetik, Menjahit, memperbaiki mobil, dan sebagainya. Televisi juga telah digunakan untuk mendidik orang dari hampir seluruh kelompok umur dan seorang guru yang terlatih ataupun tidak, dengan hasil yang mengesankan.

2.3. Pengaruh peranan televisi terhadap peranan radio di zaman modern

Media komunikasi adalah suatu media ataupun alat bantu yang digunakan oleh suatu organisasi atau pun masyarakat untuk mencapai efisiensi dan efektivitas kerja dalam berbagai hal dengan hasil yang maksimal, salah satu alat komunikasi tersebut yaitu media siaran televisi. Dengan munculnya media siaran televisi, membuat masyarakat Indonesia menjadi penasaran dan ingin mengetahui kegunaan dari televisi tersebut, hingga sampai sekarang televisi menjadi bagian dari hidup mereka. Hampir seluruh  penduduk masyarakat Indonesia termasuk masyarakat yang berada di pedesaan memiliki televisi. Tidak sedikit dari mereka menghabiskan hari-harinya dengan menonton televisi, bahkan banyak masyarakat yang malas bekerja, karena dari acara televisi yang menarik. Sampai sekarang ini peranan televisi semakin  kuat di kehidupan masyarakat. Hal tersebut dikarenakan perkembangan dari televisi. Semakin menuju ke arah Modern, televisi mengalami perubahan salah satunya yakni sekarang ini masyarakat Indonesia sudah bisa melihat program-program acara di dalam negeri maupun di luar negeri. Sehingga dengan hal tersebut menambah menarik minat masyarakat.

Di Indonesia juga banyak perubahan, terutama dari program acara yang disajikan  dari televisi seperti  acara musik yang banyak digemari oleh anak-anak remaja, acara olahraga termasuk sepak bola yang banyak digemari oleh laki-laki, acara sinetron yang banyak digemari oleh perempuan, pendidikan dan berita yang banyak digemari oleh kaum intelektual. program-program acara teresbut yang membuat televisi dapat mempengaruhi masyarakat Indonesia yang pada awalnya  menyukai media lain.

Selain dari peran televisi, radio juga mempunyai peran penting di zaman Modern ini. Radio memiliki karakteristik yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia, karena memberikan banyak kontribusi yang besar bagi perkembangan komunikasi massa. Karakteristik radio memberikan manfaat yang unik yakni menarik imajinasi, cepat (radio merupakan alat informasi yang efisien dan tanpa banding), mudah dibawa, tidak memerlukan kemampuan membaca atau menulis bagi pendengar, tidak memerlukan konsentrasi yang penuh dari pendengar, cukup murah, mudah digunakan dalam pengoperasiannya, memberikan berita yang ter up-to-date. Dalam hal ini  penyiar dapat merencanakan konsep implementasi untuk menghasilkan produksi siaran yang lebih efektif dan efisien. Hal tersebut yang membuat peran radio sekarang tetap kokoh seperti dahulu, apalagi sekarang semenjak munculnya telepon selular yang membuat peranan radio tetap ada, karena dengan telepon selular tentunya para pendengar dapat beinteraksi langsung dengan penyiar radio. Media radio mempunyai beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan media yang lainnya, yaitu : 1.  Harganya relatif murah dan variasi programnya lebih  banyak dari pada televisi,

2.  Sifatnya mudah dipindahakan (mobile). Radio dapat dipindah-pindahakan dari suatu

ruang ke ruang lain dengan mudah,

3.  Jika digunakan bersama-sama dengan alat perekam radio bisa mengatasi problem jadwal, 4.  Radio dapat mengembangkan daya imajinasi anak,

5.  Dapat merangsang partisipasi aktif dari pendengar,

6.  Radio dapat memusatkan perhatian orang pada kata-kata yang digunakan, pada bunyi dan

artinya,

7.   Siaran lewat suara terbukti amat tepat dan cocok untuk mengajarkan musik dan bahasa, 8.   Radio dapat mengerjakan hal-hal tertentu secara lebih baik,

9.   Radio dapat mengatasi batasan ruang dan waktu, jangkauannya luas.

KESIMPULAN

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa radio dan televisi adalah media siaran komunikasi yang dapat mempengaruhi masyarakat yang luas di zaman Modern sekarang. Peranan radio di zaman Modern diperluas dengan beberapa fungsi diantaranya  yang banyak digunakan dalam masyarakat Indonesia yaitu sebagai media pendidikan dan sebagai media hiburan baik di masyarakat kota maupun di masyarakat desa. Begitu pula halnya dengan peranan televisi yang semakin meningkat, apalagi dengan banyaknya inovasi-inovasi baru seperti gambar yang bergerak, musik yang mampu merubah program-program acara televisi yakni olahraga, film, dan yang lainnya, sehingga dapat menarik masyarakat luas. Akan tetapi, dengan munculnya televisi sebagai media yang komplit, tidak dapat mempengaruhi peranan radio di zaman modern, apalagi dengan munculnya telepon selular yang membuat masyarakat dapat berinteraksi langsung dengan para penyiar radio, dan tentunya akan bisa memperkuat peranan radio di zaman modern.

SARAN

Makalah ini hanya terfokus pada literatur, yakni buku-buku dan artikel yang dijadikan sebagai sumber pembuatannya, sedikit pengalaman dan pengetahuan sendiri yang dijadikan penambahan literatur, sehingga masih kurang aktual dan dibutuhkan penelitian langsung dilapangan. Berdasarkan pengetahuan yang diperoleh, diharapkan radio dan televisi saling melengkapi dan dapat dijadikan media yang dapat memotivasi positif pada masyarakat sekitar. Bagi peneliti yang sama harus mempunyai banyak literatur, karena setiap literatur pasti terdapat perbedaan dan perbedaan itu yang dibuktikan melalui penelitian dilapangan.

DAFTAR PUSTAKA

Faqih Raden Ahnaf.2006.Sejarah Ditemukannya Radio.Jakarta:Rosdakarya.

Jahi Amri.1998.Komunikasi Massa dan Pembangunan Pedesaan di Negara Dunia         Ketiga.Jakarta:PT.Gramedia.

Mugniesyah Siti Sugiah.2006.Ilmu Penyuluhan.Bogor:IPB.

Sadiman, Arifin.1986.Media Pendidikan.Jakarta:PT.Raja Grafindo Persada.

Sumarwan Ujang.2002.Perilaku Konsumen.Bogor:Ghalia Indonesia.

Yuhana Ida, Ninuk Purnaningsih, Siti Sugiah Mugniesyah.2006.Dasar-Dasar              Komunikasi.Bogor:IPB.

http://www.pppgkes.com (20 Desember 2009). http://www.suaramerdeka.com (20 Desember 2009).

 

Kategori
IPB
September 2016
S M T W T F S
« Jun    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930